Kuliner Bekasi

IMAGEKue Rangi
Bahasa kerennye , bentuknya kaye kue pancong tapi pake toping gule Jawe kentel. Rasanye jangan ditanye, manteb bet. Apalagi makannye sore-sore pake...
IMAGEKue Jalabia
Kue Jalabia nih bentuknye kaye cincin, jadi kagak heran kalo banyak nyang nyebut kue cincin.  Rasanye manis ame gurih nyampur jadi atu. Kue jalabia...
loading...

  • 17530 Ciantra
  • 17530 Cibatu
  • 17530 Pasirsari
  • 17530 Serang
  • 17530 Sukadami
  • 17530 Sukaresmi
  • 17530 Sukasejati

Rudi Suherman mendatangi Mapolresta Bekasi, Rabu (5/6/2013), untuk melaporkan dugaan tindakan salah penanganan (malapraktik) dokter di RS Medirosa, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Warga Kampung Walahir Poncol RT 02/05, Desa Karang Raharja, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, datang ke Mapolresta Bekasi membawa serta anaknya, Usman Permana (14), korban dugaan malapraktik.

Mereka bermaksud menuntut pertanggungjawaban pengelola RS Medirosa. Rudi Suherman menjelaskan, anaknya mengeluh sakit di sekitar mulut sejak 6-7 bulan lalu.

Lantaran mulutnya kian membengkak, Rudi kemudian memeriksa anaknya ke RS Medirosa, Cikarang Selatan. Dokter Rina Simamora, petugas medis di RS Medirosa, mendiagnosa Usman terjangkit tumor mulut. Dokter Rina pun menyarankan agar dilakukan operasi.

"Biayanya sekitar Rp 20 juta," ungkap Usman usai melaporkan kasus itu di Mapolresta Bekasi, Rabu (5/6/2013).

Rudi dan keluarganya pun menyetujui saran itu. Pada 8 April 2013, Usman yang masih duduk di bangku kelas II salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di wilayah Cikarang Utara, mulai menjalani perawatan medis di RS Medirosa sebelum operasi dilakukan.

"Operasi dilakukan besok harinya, 9 April 2013. Setelah operasi kami terus check up, empat hari selama satu minggu untuk mengetahui perkembangan kondisi anak saya," sambung Rudi.

Selama check up pertama, kedua, dan ketiga kalinya, kata Rudi, sang dokter tidak menjelaskan apapun terkait pantangan makanan yang harus dijalani Usman. Waktu check up ke empat kalinya, dokter yang bersangkutan juga kaget melihat kondisi Usman.

"Dokter itu malah tanya, kamu makan apa? Sementara dokter tak memberikan pantangan apapun," jelas Rudi.

Singkat kata, anak bungsu dari dua bersaudara kemudian dirujuk oleh sang dokter ke RS Dharmais, Jakarta. Namun, keluarga bingung karena tidak ada keterangan pasti rujukan ditujukan kepada siapa.

"Sampai di RS Dharmais kami malah kesulitan. Keterangan petugas RS Darmais, surat rujukannya salah. Untung mereka masih berbaik hati dan menyarankan penanganannya ke Profesor Aprizal di bagian Radiotherapy," terang Rudi. 

Dari keterangan dokter itulah Rudi mengetahui bahwa ada kesalahan penanganan medis oleh dokter di RS Medirosa.

"Dokternya bilang, harusnya bagian gigi tidak boleh dicabut semua. Ini kesalahan penanganan di RS Medirosa," ungkap Rudi menirukan keterangan dokter RS Dharmais.

Sumber : http://www.tribunnews.com

IMAGEPikiran Sehat
Raga yang sehat berawal dari Pikiran yang sehat. Olehkarenanya, Pikiran yang sehat menjadi stimulus utama untuk mempengaruhi kesehatan Jiwa dan Raga...
IMAGEIngat Bukan Berarti Dendam
"Ingat" tapi bukan "Dendam", itu adalah ungkapan orang Bijak. Mengapa? Banyak orang yang bilang bahwa kita tidak boleh dendam.... itu betul... Tapi...
IMAGEProses Persalinan
Ramuan Tradisonal Kuno baik digunakan apabila kandungan telah memasuki 8 1/2 bulan. Ramuan ini bermanfaat untuk memperlancar proses persalinan atau...
IMAGESusu Formula
Susu Formula memang lebih praktis, atau instan dibanding dengan Ibu-iibu yang harus menggunakan ASI bagi anak-anak tercintanya. Pola Instan memang...
IMAGEObat alami untuk penyakit Hernia
Bahan :1. Telur ayam kampung 1 butir2. Madu asli 3 sendok makan3. Minyak samin 3 sendok makan.
IMAGECara Murah Menyembuhkan Prostat
Radang Prostat terjadi akibat perubahan hormonal dihidrotestosterm dalam jaringan kelenjar prostat yang meningkat pada usia 40 tahun ke atas....