Kuliner Bekasi

IMAGEKue Jalabia
Kue Jalabia nih bentuknye kaye cincin, jadi kagak heran kalo banyak nyang nyebut kue cincin.  Rasanye manis ame gurih nyampur jadi atu. Kue jalabia...
IMAGESayur Gabus Pucung
Ngomong Gabus Pucung, yang teringat adalah Bekasi, Tambun, Muara Gembong, dlsb. Jadi tidak heran, kalau orang luar bekasi dateng ke Bekasi khusus...
loading...
  • 17320     Burangkeng
  • 17320     Cibening
  • 17320     Cijengkol
  • 17320     Cikarageman
  • 17320     Cileduk
  • 17320     Kertarahayu
  • 17320     Lubangbuaya
  • 17320     Muktijaya
  • 17320     Ragemanunggal
  • 17320     Taman Rahayu
  • 17320     Taman Sari

Secara administratif, Kecamatan Setu yang terletak di sebelah selatan Kabupaten Bekasi dengan luas wilayah 5.432,69 Ha terbagi menjadi 11 desa/kelurahan, yang terdiri dari:

1.    Burangkeng
2.    Cibening
3.    Cijengkol
4.    Cikarageman
5.    Cileduk
6.    Kertarahayu
7.    Lubangbuaya
8.    Muktijaya
9.    Ragemanunggal
10.    Taman Rahayu
11.    Taman Sari

Ditinjau dari topografinya, Kecamatan Setu termasuk dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 20 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan pemanfaatan ruang pada tahun 2006, sebanyak 45% luas wilayah Kecamatan Setu merupakan permukiman yang didominasi permukiman  perdesaan. Kecamatan setu masih didominasi oleh kawasan pertanian, dengan 30% pertanian lahan basah dan 21% pertanian lahan kering. Di sisi lain, luas kawasan peruntukkan industri hanya terbatas 4% pada Kecamatan Setu.

Berdasarkan data tahun 2008, Kecamatan Setu memiliki 79.375 jiwa penduduk, dengan penduduk laki-laki (40.221 jiwa) yang lebih banyak daripada perempuan (39.154 jiwa). Persebaran penduduk di Kecamatan Setu tidak merata, penduduk terkonsentrasi pada wilayah permukiman yang tumbuh berkembang di sekitar pusa-pusat kegiatan ekonomi. Hal tersebut ditunjukkan oleh kepadatan penduduk pada Desa Lubangbuaya (37 jiwa/Ha), Burangkeng (21 jiwa/Ha), dan Tamanrahayu (20 jiwa/Ha), dimana daerah-daerah tersebut memiliki sumber penghasilan utama dari sektor perdagangan besar/eceran, rumah makan dan jasa. Adapun daerah yang digerakkan oleh sektor pertanian memiliki kepadatan penduduk yang rendah.

GAMBAR 3.17
PEMANFAATAN RUANG KECAMATAN SETU
TAHUN 2006

Sumber: RTRW Kabupaten Bekasi, Tahun 2009-2029

Kecamatan Setu memiliki 253 industri kecil yang tersebar di hampir seluruh desa dengan karakteristik tersendiri, contohnya Tamanrahayu dengan kerajinan dari logam dan Kertarahayu dengan kerajinan anyaman. Bentuk industri kecil dan kerajinan rumah tangga yang cukup berkembang di Kecamatan Setu adalah kerajinan dari kayu, kerajinan dari logam, anyaman, kerajinan dari kain, dan industri makanan. Ditinjau dari angka sementara PDRB Kecamatan Setu tahun 2007 yaitu sebesar Rp 357.298.740.000,00 maka sektor industri pengolahan memegang peranan sangat penting dengan menyumbang 36% bagi PDRB serta sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang menyumbang 33% bagi PDRB. Laju pertumbuhan PDRB dari sektor industri pengolahan cukup stabil dari tahun ke tahun, yaitu sekitar 7%. Di sisi lain, sektor pertanian juga turut andil dalam pengembangan perekonomian Kecamatan Setu dengan berkontribusi 12% bagi PDRB, sektor lainnya hanya memberi kontribusi yang kecil.

Sebagian besar kebutuhan tenaga listrik bagi rumah tangga di Kecamatan Setu disuplai oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang sudah menjangkau hampir seluruh rumah tangga. Pada tahun 2008, jumlah pelanggan listrik mencapai 21.798 yang didominasi oleh pelanggan rumah tangga di Desa Burangkeng, Lubangbuaya, Cibening dan Cikarageman. Dalam hal penyediaan air bersih, baru terdapat 144 rumah tangga yang sudah disuplai oleh PDAM dengan kapasitas produksi 12.305.978 m3 dan distribusi 12.250.948 m3. Sebagian besar penduduk masih memanfatkan sumur-sumur air maupun air tanah dangkal untuk kebutuhan air bersihnya.

Dari sisi sarana telekomunikasi, sampai dengan tahun 2008 hanya tercatat 235 pelanggan di 5 desa, yaitu Desa Tamansari, Burangkeng, Cileduk, Cijengkol, dan Lubangbuaya yang sudah terlayani oleh telepon kabel. Penggunaan telepon kabel yang masih rendah menggambarkan minimnya tingkat komunikasi antar penduduk di Kecamatan Setu. Berkembangnya sarana dan prasarana telekomunikasi di Kecamatan Setu juga ditunjukkan dengan penempatan 35 BTS yang tersebar pada beberapa desa yang memiliki pelanggan telepon selular yang banyak. Sedangkan, penggunaan jaringan internet masih terbatas terutama di daerah-daerah yang merupakan pusat-pusat kegiatan industri dan bisnis.

Pada umumnya, ketersediaan prasarana jalan sudah cukup baik, terutama dalam menghubungkan pusat-pusat kegiatan. Berdasarkan adminitratif jalannya, maka terdapat jalan kabupaten sepanjang 33,0 km dan jalan desa sepanjang 158,5 km. Ditinjau dari kondisi permukaan jalan pada 2008, 58% jalan di Kecamatan Setu masih berbutir, sedangkan 25% jalan sudah diaspal dan sisanya sudah dilakukan perkerasan beton. Banyaknya kendaraan berat yang melewati jalan-jalan di Kecamatan Setu mengakibatkan kualitas jalannya terus menurun, sehingga diperlukan peningkatan pengelolaan dan perbaikan secara berkelanjutan. Sedangkan, ditinjau dari sarana angkutannya hanya sebagian kecil daerah di Kecamatan Setu yang dapat diakses dengan angkutan umum. Kondisi lalu lintas di Kecamatan Setu cukup ramai terutama pada daerah-daerah yang memiliki aktivitas ekonomi tinggi seperti pada Desa Lubangbuaya yang juga berbatasan langsung dengan Kecamatan Cikarang Barat.

Sumber : http://phki.pl.itb.ac.id/sip/index.php?option=com_content&view=article&id=55:kecamatan-setu&catid=52:profil-kecamatan&Itemid=74

Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Burangkeng Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi ini, menyebabkan harga tanah di sekitar lokasi menjadi rendah.

Oleh karenanya Nemin Kepala Desa Burangkeng, guna memberdayakan masyarakat sekitar dan meningkatkan perekonomian daerah, berencana membuat kawasan industri di sekitar TPA Burangkeng,

Nemin yang juga mantan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi periode 2004-2009 ini, akan mengusulkan kepada DPRD Kabupaten Bekasi, untuk merubah Peraturan Daerah (Perda) Tata Ruang terkait zona industri yang diusulkannya. Mengingat Perda Tata Ruang di Kabupaten Bekasi sendiri disahkan pada 2011 lalu, dan baru akan ada perubahan di lima tahun mendatang (2016). Olehkarenanya harus dari sekarang dirinya mengusulkannya.

IMAGE10 Tips Hilangkan Insomnia
Apa  yang Anda lakukan saat Anda susah untuk memejamkan mata? Mengidap Insomnia memang menyiksa. Terlebih bagi Anda yang memiliki banyak kegiatan di...
IMAGEKearifan Lokal (Local Wisdom)
Nilai-nilai milik Masyarakat Nusantara secara turun temurun, mempunyai fungsi, mengatur interaksi masyarakatnya. Nilai-nilai tersebutlah yang...
IMAGEProses Persalinan
Ramuan Tradisonal Kuno baik digunakan apabila kandungan telah memasuki 8 1/2 bulan. Ramuan ini bermanfaat untuk memperlancar proses persalinan atau...
IMAGEBuah, dan Sayuran Cegah Kanker Dada Kewanitaan
Dari hasil penelitian, ternyata “Gaya Hidup Modern” mengakibatkan satu dari 10 wanita diperkirakan menderita kanker Dada Kewanitaan. Sedangkan...
IMAGEKesehatan Pria Bekasi
Kemangi Bagi Pria, kemangi berguna bagi Pencegahan Loyo Duluan. Senyawa 1-8 sineol dalam kemangi dapat mengatasi masalah Loyo Duluan dini. Apigenin...
IMAGECara Murah Menyembuhkan Prostat
Radang Prostat terjadi akibat perubahan hormonal dihidrotestosterm dalam jaringan kelenjar prostat yang meningkat pada usia 40 tahun ke atas....